Jangan salah sangka dulu. Kegiatan yang ditangani EO ini bukan cuma acara seremonial belaka. Dadan menegaskan, ini bagian dari strategi komunikasi publik untuk menyosialisasikan isu gizi nasional. Misalnya, ada bimbingan teknis buat penjamah makanan agar standar keamanan pangan meningkat.
paparnya.
Kalau dipikir-pikir, membangun tim internal dari nol memang bukan perkara gampang. Butuh waktu lama, biaya pelatihan, dan proses rekrutmen yang berbelit. Sementara itu, program yang jadi prioritas nasional tidak bisa menunggu. Di sinilah EO hadir sebagai solusi jembatan agar eksekusi program tetap berjalan dengan kualitas terjaga.
Dalam praktiknya, peran EO lebih dari sekadar penyelenggara. Mereka juga bertindak sebagai mitra strategis yang memberi masukan berharga, mulai dari perencanaan, strategi menjangkau audiens, sampai mengoptimalkan anggaran agar dampaknya maksimal.
Meski begitu, Dadan menegaskan komitmen BGN soal transparansi. Setiap rupiah yang dikeluarkan, termasuk untuk bayar EO, klaimnya, mengikuti aturan yang berlaku dan terbuka untuk diawasi.
tutup Dadan.
Artikel Terkait
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perketat Kejar Arsenal di Puncak Klasemen
Korea Utara Uji Coba Senjata Elektromagnetik dan Bom Serat Karbon dalam Ketegangan dengan Seoul
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun