Kapal Serifos dari Yunani, menurut sinyal yang dipancarkan, menuju ke Selat Malaka di Malaysia. Media setempat melaporkan izin keberangkatan untuk kapal kargo Yunani baru diberikan Jumat lalu. Malaka sendiri dikenal sebagai titik transit penting bagi kapal-kapal yang menuju kawasan Asia lainnya.
Pihak Iran sendiri telah menyatakan bahwa kapal-kapal diizinkan melintas. Syaratnya, mereka harus mendapatkan izin terlebih dahulu.
Keberangkatan ketiga kapal ini jelas menjadi titik terang. Ini adalah hari dengan arus keluar minyak terbesar sejak konflik mematikan lalu lintas di selat itu hampir enam minggu silam. Patut diperhatikan, tak satu pun dari kapal tersebut membawa minyak asal Iran atau memiliki hubungan langsung yang jelas dengan negara itu.
Pembukaan kembali Selat Hormuz adalah kabar baik. Sangat baik, bahkan. Penutupan selat ini sebelumnya telah menyedot jutaan barel pasokan minyak dari pasar global. Aktivasinya kembali akan meredakan ketatnya pasar fisik yang selama ini terjadi di mana-mana.
Di sisi lain, perjalanan masih panjang. AS dan Iran rencananya akan mengadakan pembicaraan damai di Islamabad dalam hitungan hari ke depan. Semua pihak tentu berharap momen ini bisa dipertahankan.
Lalu lintas mungkin sudah bergerak. Tapi ketenangan di Selat Hormuz masih terasa rapuh.
Artikel Terkait
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Diharapkan Reduksi Kemacetan