Lalu lintas minyak di Selat Hormuz akhirnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tiga kapal tanker raksasa dua milik China dan satu dari Yunani berhasil melintasi selat strategis itu dengan selamat. Keberangkatan mereka terjadi tak lama setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk gencatan senjata, sebuah perkembangan yang disambut dengan lega di pasar energi global.
Menurut data pelacakan yang beredar, ketiga kapal itu adalah Cospearl Lake dan He Rong Hai dari China, serta Serifos dari Yunani. He Rong Hai dan Serifos memuat minyaknya dari Arab Saudi. Sementara Cospearl Lake mengangkut kargo dari Irak.
Yang menarik, ketiganya tampaknya mengambil rute yang tidak biasa. Alih-alih melalui jalur pelayaran tradisional di selatan selat, mereka berlayar di rute utara yang lebih dekat dengan perairan Iran, melewati Pulau Qeshm dan Larak. Rute ini konon diminta oleh pihak Teheran.
Keberhasilan dua kapal tanker super China itu patut dicatat. Ini adalah pertama kalinya kapal dari negara tersebut terlihat mengangkut minyak mentah dari Teluk Persia sejak konflik memanas. Sebuah keuntungan bagi Beijing, tentu saja. Namun, langkah ini juga menggarisbawahi betapa tekanan akibat konflik juga mereka rasakan.
Meski jumlah kapal yang keluar terlihat signifikan, kita harus jernih melihatnya. Level lalu lintas ini masih jauh di bawah angka masa damai. Ketiga kapal itu membawa total sekitar 6 juta barel minyak mentah. Sebagai perbandingan, Iran satu-satunya negara yang masih konsisten mengirim minyak lewat sana baru mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari bulan lalu. Angka itu hanya setengah dari tingkat normal, dan itu pun baru hitungan satu hari.
Ada satu kapal China lain, Yuan Hua Hu, yang terpantau menunggu di dekat lokasi sebelum kedua kapal senegaraannya berangkat. Kapal ini sempat tidak mengirim sinyal pada Sabtu lalu, menambah ketegangan situasi.
Artikel Terkait
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Diharapkan Reduksi Kemacetan