Nah, terkait B50, antusiasme KAI terlihat jelas. Mereka menyatakan siap mendukung penuh langkah Kementerian ESDM itu. Strategi pemerintah mendorong bahan bakar nabati ini memang bagian dari upaya besar menuju kemandirian energi dan target Net Zero Emission 2060. Tapi, tentu saja, semangat harus diimbangi kehati-hatian.
Mengingat keselamatan adalah harga mati, KAI memastikan semua lokomotif dan genset yang akan pakai B50 harus lulus uji teknis ketat dulu. Baru setelah itu bisa melayani penumpang.
"Kami sangat mendukung rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM," tambah Anne.
Menurutnya, pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju ini membuat peran kereta api makin strategis. Bukan cuma soal mengangkut orang dan barang, tapi juga menjaga alam agar tetap lestari untuk warisan anak cucu nanti.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Kasus Pemerasan
Polisi Lampung Gerebek Tiga Gudang Solar Ilegal, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp160 Miliar
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka Pemerasan Rp2,7 Miliar ke OPD
Harga BBM Pertamina April 2026 Tak Berubah, Ikuti Kebijakan Pemerintah