Rendy Varera Sanjaya Sabet Perak di Lintasan Maut Chonburi

- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:06 WIB
Rendy Varera Sanjaya Sabet Perak di Lintasan Maut Chonburi

Perak pertama untuk Indonesia di SEA Games Thailand 2025 akhirnya datang. Tidak perlu menunggu lama, kontingen Merah Putih langsung mencatatkan prestasi lewat cabang olahraga yang menantang: downhill sepeda gunung. Rendy Varera Sanjaya, dengan performa gemilangnya di Chonburi, Rabu (10/12), berhasil membawa pulang medali perak.

Lintasan di Chonburi memang bukan main. Turunan curam berpadu dengan tikungan-tikungan yang menguji teknik. Di tengah tantangan itu, Rendy tampil memukau. Ia melesat dan mengukir waktu 2 menit 38,714 detik di trek yang menakutkan bagi banyak rider itu.

Usai balapan, rasa syukur dan kepuasan terpancar dari raut wajahnya. Ia mengaku sudah memberikan segalanya di lintasan.

“Cukup lega, ini sudah saya berikan maksimal. Saya sangat bersyukur dengan hasil hari ini. Catatan waktu ini menjadi personal best dan yang terbaik yang bisa saya berikan,” ujar Rendy.
“Selanjutnya saya harus banyak latihan lagi. Saya mau kurangi rem untuk ke depannya dan dikuatkan lagi pedalling-nya,” tambahnya.

Di sisi lain, puncak podium harus diakui memang menjadi milik tuan rumah. Rider Thailand, Methasit Boonsane, sukses merebut emas dengan catatan waktu 02:37.856. Sementara perunggu diraih atlet Filipina, John Derick Fart, yang finis di 02:43.676.

Pencapaian Rendy ini tentu jadi pembuka yang bagus. Namun, perjalanan masih panjang. Indonesia, seperti diungkapkan Menpora Erick Thohir bulan lalu, menargetkan 80 hingga 85 medali emas di ajang regional ini. Target itu diharapkan bisa mengantarkan tim nasional finis di tiga besar klasemen akhir.

“Kalau kita rebut 80-an emas (80-85 emas), itu ya sama dengan target seperti (SEA Games) sebelumnya yaitu ranking tiga,” jelas Erick Thohir.

Untuk meraih target ambisius itu, sebanyak 996 atlet telah diterjunkan. Mereka akan bertarung di berbagai ajang, berjuang satu per satu seperti yang ditunjukkan Rendy hari ini. Semangatnya jelas: mengumpulkan titik-titik cahaya medali untuk Indonesia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar