Intinya, Bahlil merasa kondisi masih aman. Kenaikan pendapatan dari sektor migas itu diharapkan bisa menutupi tambahan beban subsidi. "Jadi aman lah, kita tidak membesarkan defisit kok dengan kenaikan harga minyak," tegasnya.
Di sisi lain, dia juga menyentuh soal kebijakan harga BBM yang dipertahankan. Perintah Presiden Prabowo, kata dia, jelas: apapun harus dilakukan untuk menjaga suasana kebatinan rakyat kecil.
Yang bikin dia geleng-geleng, justru ada segelintir pihak yang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak dinaikkan saja. Padahal, secara hitungan APBN masih mampu menahan gejolak.
"Ada orang mempertanyakan kenapa harga BBM tidak naik. Saya kadang bingung juga," kelakar Bahlil dengan nada heran. "Kalau BBM naik protes, BBM tidak naik protes juga. Ini cocok hidup di alam mana, jadi bingung saya."
Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi pemerintah untuk sementara tidak akan mengubah harga bahan bakar, meski tekanan dari pasar global terus membesar. Semuanya kembali pada kemampuan APBN dan komitmen politik.
Artikel Terkait
Legenda Persija dan Timnas Indonesia, Sutan Harhara, Tutup Usia
BRI Permudah Bayar UTBK SNBT Lewat Aplikasi BRImo
Iran Siapkan Perang Jangka Panjang di Balik Meja Perundingan
Presiden Prabowo Perintahkan Jaksa Agung Tindak Tegas Tambang Ilegal yang Ndableg