Menurutnya, upaya menjaga aset negara ini bukan sekadar tugas rutin. Ini adalah bentuk pengabdian. “Berapa ribu kali saya harus tekankan, bekerja di pemerintah adalah pengorbanan dan pengabdian. Sudah terlalu lama, kekayaan bangsa dan rakyat dirampok, terlalu lama,” ungkapnya dengan nada getir.
Memang, jalan yang ditempuh tak akan mudah. Prabowo sendiri mengakui, semakin kuat komitmen untuk membela rakyat, semakin keras pula tantangan yang akan datang. “Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang,” tuturnya.
Di sisi lain, dia juga mengajak semua pihak untuk berpegang pada nilai kejujuran dan keadilan. Semangat nasionalisme, dalam pandangannya, adalah bahan bakar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Komitmen pemerintah pun ditegaskan kembali. Melalui penegakan hukum yang konsisten dan tanpa kompromi, setiap jengkal kekayaan negara harus dikelola secara optimal. Hasilnya nanti, diharapkan bisa dirasakan sepenuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai kemakmuran bersama.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat dan Data yang Keliru
Pelatih Persija Bela Shayne Pattynama Usai Kritik Pedas Pengamat
Transaksi QRIS di Luar Negeri Tumbuh 28%, ALTO Tambah 3 Negara Mitra Baru
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%