Mulai hari ini, Jumat 10 April 2026, para Aparatur Sipil Negara (ASN) menjalani hari kerja dari rumah. Kebijakan Work from Home (WFH) ini bukan sekadar imbauan biasa. Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ada potensi penghematan anggaran yang fantastis di baliknya.
"Potensi penghematan WFH ASN yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun," ujar Airlangga.
Angka itu, jelasnya, berasal dari penghematan kompensasi BBM. Namun begitu, dampaknya ternyata lebih luas lagi. Airlangga menyebut total pembelanjaan BBM masyarakat pun berpeluang dihemat hingga Rp59 triliun. Bayangkan saja, dengan bekerja dari rumah satu hari dalam seminggu, efeknya bisa sedemikian besar.
Kebijakan ini tak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari sebuah gerakan yang lebih luas: Gerakan Hemat Energi. Pemerintah pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut serta. Caranya? Dengan membiasakan diri berhemat energi di mana pun, baik di rumah maupun di kantor. Di sisi lain, mobilitas juga harus lebih cerdas. Prioritasnya adalah beralih ke transportasi umum.
Yang penting, semua ini dilakukan sambil tetap menjaga produktivitas. Roda ekonomi harus terus berputar seperti biasa.
“Keseluruhan kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan,” tegas Menko Airlangga.
Ia menambahkan, pemerintah ingin mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk aktif mendukung efisiensi dan perubahan budaya kerja ini. Intinya, transformasi.
Artikel Terkait
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Yield Total Tembus 10,1%
Arab Saudi Resmi Hentikan Visa Haji Furoda 2026, Indonesia Dukung Penuh
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu untuk Jaga Kekayaan Negara
Pemerintah Tegas Jaga Rasio Utang di 40% Meski Aturan Izinkan 60%