Di sisi lain, kinerja KEK secara nasional memang sedang bagus-bagusnya. Hingga tahun lalu, realisasi investasi kumulatifnya tembus Rp336 triliun dan mampu menyerap lebih dari 249 ribu pekerja. Kontribusi KEK Gresik sendiri cukup signifikan. Sepanjang 2025, kawasan ini berhasil menarik investasi Rp105,4 triliun sekitar sepertiga dari total nasional dan membuka lapangan kerja untuk sekitar 46 ribu orang. Angka-angka itu jelas menunjukkan betapa Gresik kini jadi motor penggerak utama.
Dampaknya bagi daerah pun sudah terasa. Sektor manufaktur, yang menjadi tulang punggung perekonomian Jatim dengan kontribusi sekitar 31,32 persen, ternyata membawa efek riil. Kabupaten Gresik, misalnya, berhasil menekan angka pengangguran dari 8 persen menjadi 5,47 persen dalam kurun lima tahun terakhir. Perubahan yang cukup berarti.
Airlangga kembali menegaskan peran vital sektor manufaktur. Dia melihat investasi baru di proyek melamin ini sebagai sebuah momentum positif.
Intinya, masuknya investasi segini besar bukan cuma soal angka. Tapi juga soal kepercayaan. Kepercayaan investor terhadap iklim industri di Indonesia, yang tampaknya semakin menguat. Proyek di Gresik ini diharapkan bukan hanya menjadi tonggak hilirisasi industri kimia, tapi juga pemantik bagi pertumbuhan yang lebih luas lagi ke depannya.
Artikel Terkait
Selat Hormuz Tetap Sepi Meski Gencatan Senjata Telah Disepakati
Perundingan Rahasia AS-Iran Dimulai di Islamabad Besok
Pertamina NRE Gandeng Perusahaan Singapura Kembangkan Biometanol dari Biogas di Sei Mangkei
Harga Minyak Goreng dan Beras Naik, Cabai dan Telur Turun pada Kamis (9/4)