Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui ada satu komoditas yang harganya sulit mereka tahan: plastik. Berbeda dengan bahan pangan lain, kenaikan harga plastik ini disebutnya berada di luar kendali Pemprov DKI.
“Kalau plastik, jujur terus terang, memang pemerintah daerah, tentunya pemerintah DKI Jakarta, sebisa mungkin menahan itu,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).
Namun begitu, ia menegaskan bahwa untuk barang-barang lain, intervensi tetap bisa dilakukan. Pemprov punya cara untuk menstabilkan harga pasaran.
“Tetapi berbeda dengan kasus yang berkaitan dengan telur, beras, daging, itu adalah hal yang dari waktu ke waktu yang sudah biasa ditangani oleh pemerintah daerah DKI Jakarta,” jelasnya.
Mekanisme pengendalian untuk komoditas pokok seperti beras, cabai, dan daging disebutnya sudah berjalan. Pramono bahkan menyebut kesiapan menggelar pasar murah jika harga dirasa sudah tidak wajar. “Kalau memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Menurutnya, stok pangan di Ibu Kota hingga saat ini masih mencukupi. Kecuali untuk plastik tadi.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi VIII Nilai Persiapan Haji 2026 di Arab Saudi Belum Maksimal
Trump Terima Proposal 10 Poin Iran, Gencatan Senjata Dua Pekan Jadi Jeda Negosiasi
SKK Migas Pastikan Seluruh Minyak Mentah Kontraktor Diolah di Kilang Pertamina
Kontrak Jual Beli Gas Blok Masela Ditargetkan Tandatangani Mei 2026