Lantas, apa yang mendasari percepatan pembangunan Stasiun JIS ini? Menurut Vice President Public Relations PT KAI, Anne Purba, ini adalah respons strategis terhadap lonjakan kebutuhan transportasi publik di Jakarta Utara. Datanya cukup mencengangkan.
Berdasarkan catatan periode Januari hingga September 2025 saja, lintas Tanjung Priok Line sudah mencatat 2,3 juta lebih pengguna Commuter Line. Angka itu hampir menyamai total pengguna sepanjang 2024 yang mencapai 3,3 juta. Jelas terlihat peningkatan yang signifikan dibanding tahun 2023.
Lonjakan penumpang itu, kata Anne, terutama terpusat di dua titik: Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok. Stasiun Ancol mencatat ratusan ribu pergerakan penumpang masuk dan keluar selama sembilan bulan itu. Sementara Stasiun Tanjung Priok angkanya jauh lebih besar, menembus lebih dari 2 juta pengguna Gate In.
“Potensi kepadatan di dua stasiun tersebut menjadi dasar penting bagi KAI untuk memperkuat akses transportasi melalui pembangunan Stasiun JIS. Ini adalah wujud penerapan kebijakan berbasis data dalam setiap langkah strategis perusahaan,” tegas Anne.
Jadi, selain menambah stasiun baru, kehadiran jalur KRL dari Rawajati ke Tanjung Priok nantinya diharapkan bisa meratakan beban dan membuka akses baru. Semua menunggu Juni 2026.
Artikel Terkait
Anggaran PUPR Dipangkas Rp12,71 Triliun, Target Infrastruktur Tetap Dijalankan
Timnas Indonesia U-17 Umumkan Skuad 26 Pemain untuk Piala AFF 2026
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah Jakarta Hari Ini
Bayern Munich Kalahkan Real Madrid, Arsenal Menang Tipis di Tandang