Dini hari tadi, dua partai panas perempatfinal Liga Champions menyuguhkan drama yang berbeda. Real Madrid harus menelan pil pahit di Santiago Bernabeu, sementara Arsenal meraih kemenangan nyaris di penghujung waktu.
Bayern Munich datang ke markas Los Blancos dengan misi jelas. Meski bermain di kandang lawan, Die Roten tampil percaya diri dan berhasil membungkam sang tuan rumah dengan skor 2-1. Padahal, statistik tembakan tepat sasaran sedikit diungguli Madrid, sembilan berbanding delapan. Tapi bola bundar kadang tak peduli angka.
Gol pertama Bayern lahir menjelang turun minum. Serge Gnabry memberi umpan matang untuk Luis Diaz yang tak menyia-nyiakannya, menit ke-41. Belum hilang kecewa, gawang Andriy Lunin bobol lagi segera setelah babak kedua dimulai. Kali ini Harry Kane yang jadi eksekutor, setelah dibantu umpan Michael Olise.
Tertekan 0-2, Madrid baru bangkit. Serangan demi serangan dilancarkan, dan upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Kylian Mbappe mereduksi ketertinggalan di menit ke-74, memanfaatkan assist ciamik Trent Alexander-Arnold. Sayang, itu saja yang mereka dapat. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Kemenangan ini tentu memberi keuntungan psikologis besar bagi Bayern. Satu kaki mereka sudah menginjak semifinal, apalagi leg kedua nanti bakal digelar di Allianz Arena. Tekanan justru kini ada di pundak Carlo Ancelotti dan anak asuhnya.
Berikut susunan pemain yang turun:
Real Madrid (4-4-2): Andriy Lunin; Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, Alvaro Carreras; Federico Valverde (C), Aurelien Tchouameni, Thiago Pitarch, Arda Güler; Kylian Mbappe, Vinícius Junior.
Bayern Munich (4-2-3-1): Manuel Neuer; Josip Stanisic, Dayot Upamecano, Jonathan Tah, Konrad Laimer; Joshua Kimmich, Aleksandar Pavlovic; Michael Olise, Serge Gnabry, Luis Díaz; Harry Kane.
Di Lisbon, ceritanya lain lagi. Arsenal harus bersusah payah menghadapi Sporting CP. Pertandingan berjalan alot, dengan The Gunners menguasai bola 55 persen, tapi justru Sporting yang lebih banyak mengancam gawang David Raya dengan lima tembakan tepat sasaran.
Pertandingan seperti akan berakhir imbang. Tapi, dalam sepak bola, satu detik terakhir bisa mengubah segalanya. Di injury time, tepatnya menit 90 1, Kai Havertz muncul sebagai pahlawan. Ia menyodok bola ke jala Sporting setelah menerima umpan silang Gabriel Martinelli. Gol itu sekaligus menjadi penentu kemenangan tipis 1-0 untuk Arsenal.
Kemenangan tandang ini jelas sangat berharga. Posisi Mikel Arteta dan skuadnya kini jauh lebih nyaman menuju leg kedua di Emirates Stadium pekan depan. Momentum ada di tangan mereka.
Artikel Terkait
Blackout Bukan Hanya di Indonesia: Pengamat Soroti Gangguan Listrik di Negara Maju dan Pentingnya Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
Pengacara Roy Suryo Desak SP3 Kasus Ijazah Palsu Jokowi Berlaku untuk Semua Tersangka
49 Ekor Hewan Kurban Mulai Didistribusikan ke 11 Pulau di Kepulauan Seribu Jelang Iduladha
James Riady Dorong Percepatan Pembangunan Rusun Subsidi di Meikarta untuk Pekerja Industri Bekasi