Di ruang Command Center Menara Selatan, Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2026) lalu, sebuah nota kesepahaman penting akhirnya ditandatangani. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq hadir menyaksikan langsung momen itu. Kerja sama ini terkait pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Jawa Barat.
Menariknya, respons Pemprov Jabar terbilang sangat cepat. Mereka langsung bergerak menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto soal penanganan sampah. Dua lokasi sudah ditetapkan untuk proyek percontohan ini: Kabupaten Bandung dan Kota Bogor.
"Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas respons yang sangat cepat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan seluruh kabupaten/kotanya," kata Menteri Hanif usai acara.
"Ini adalah tindak lanjut atas arahan Bapak Presiden untuk mengelola sampah menjadi energi terbarukan, atau yang kita sebut PSEL," tambahnya.
Menurut Hanif, Presiden sudah menggariskan kebijakan lewat Perpres Nomor 109. Aturan itu mewajibkan kota-kota dengan timbunan sampah lebih dari seribu ton per hari untuk segera mencari solusi, salah satunya lewat teknologi waste to energy. Dan Jabar, tampaknya, tak mau berlama-lama.
Penandatanganan hari itu dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat. Yang menarik, delapan bupati dan wali kota turut serta, mewakili dua kawasan aglomerasi: Bandung Raya serta Bogor-Depok. "Jadi ada 2 aglomerasi yang hari ini ditandatangani," jelas Hanif.
Namun begitu, pekerjaan belum selesai. Hanif berharap langkah ini segera diikuti dengan kelengkapan administrasi dan proses penyerahan ke pihak Danantara, sesuai pesan Presiden. Baginya, ini bukti bahwa persoalan sampah dianggap serius oleh pimpinan tertinggi negara.
"Tidak tanggung-tanggung, Bapak Presiden telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 109 Tahun 2025 tentang pengelolaan sampah menjadi energi listrik," tutur Hanif.
Semangatnya jelas: memberi perhatian serius pada penyelesaian masalah sampah. Sekarang, tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan.
Artikel Terkait
Produksi Beras Nasional Januari-Juli 2026 Diprediksi Turun 0,35 Persen, BPS Catat Penurunan Signifikan pada April
Rumah Hafiz Al-Quran Selamat dari Kebakaran Besar Pasar Jiung, Warga Sebut Keajaiban
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Fasilitas Produksi Makanan Bergizi di Palmerah
Pemerintah Beri Insentif Pajak Hingga 0 Persen Bagi Eksportir yang Patuh Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA