Desil itu kan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, dibagi jadi sepuluh kelompok. Nah, yang masuk desil 1 sampai 4 biasanya dianggap tidak mampu dan rentan. Makanya, mereka ini yang diprioritaskan dapat bantuan sosial atau bansos. Logikanya sederhana: semakin tinggi angka desilnya, artinya kondisi ekonominya semakin baik.
Tapi hidup ini dinamis, ya kan? Kondisi ekonomi bisa berubah begitu cepat. Hari ini mungkin berkecukupan, besok bisa saja berbalik serba kekurangan. Masalahnya, perubahan mendadak seperti itu nggak serta merta langsung tercermin di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Datanya butuh waktu untuk diperbarui.
Nah, di sinilah pentingnya prosedur penurunan desil. Intinya, ini adalah upaya untuk menyesuaikan data resmi dengan kenyataan yang sebenarnya di lapangan. Dengan desil yang lebih rendah, peluang untuk masuk dalam daftar penerima bansos tentu akan lebih terbuka. Tujuannya jelas: agar bantuan benar-benar sampai ke yang membutuhkan.
Yang perlu digarisbawahi, inisiatif pembaruan data ini harus datang dari diri sendiri. Saat mengajukan usulan, ceritakanlah kondisi ekonomi keluarga dengan sejujur-jujurnya. Dari kejujuran itulah nanti proses verifikasi dan pemadanan data bisa dilakukan dengan tepat.
DTSEN sendiri dirancang untuk menggambarkan kondisi riil masyarakat. Proses penyusunannya melalui tahapan yang cukup panjang, mulai dari usulan, verifikasi, hingga pemadanan oleh BPS. Makanya, setiap perubahan data nggak bisa instan; butuh waktu agar hasilnya valid dan tepat sasaran.
Lalu, gimana caranya kalau mau menurunkan desil? Berikut langkah-langkahnya berdasarkan informasi dari akun Instagram Pusdatin Kesos.
Pertama, datanglah ke kantor desa atau kelurahan, atau bisa juga ke dinas sosial setempat. Di sana, ajukan permohonan pembaruan data DTSEN.
Setelah itu, biasanya akan ada petugas yang melakukan survei. Saat ditanya, jawablah dengan jujur tentang kondisi ekonomi keluarga saat ini.
Berikutnya, bakal diadakan musyawarah di tingkat desa untuk membahas usulan tersebut. Jika disetujui, data pemohon kemudian akan diserahkan ke BPS untuk dilakukan perangkingan ulang.
Mau Cek Desil Sendiri? Bisa lewat Aplikasi
Selain melalui prosedur di atas, Anda juga bisa mengecek posisi desil keluarga secara mandiri. Caranya lewat aplikasi Cek Bansos. Desil sendiri adalah peringkat dari 1 hingga 10, di mana angka 1 menunjukkan kelompok paling tidak mampu.
Pertama-tama, unduh dulu aplikasinya di ponsel. Kalau sudah punya akun, langsung login saja. Kalau belum, pilih opsi "Buat Akun Baru".
Isi semua data yang diminta dengan teliti: nomor KK, NIK, nama lengkap, nomor telepon, email, username, dan password.
Jangan lupa, lampirkan juga swafoto selfie Anda memegang KTP, plus foto KTP-nya sendiri. Pastikan semua data sudah benar sebelum menekan tombol "Buat Akun".
Ikuti semua prosedur selanjutnya. Setelah akun aktif, login menggunakan username dan password tadi.
Di menu utama, pilih opsi "Profil". Di situlah nanti Anda akan melihat informasi "Peringkat Kesejahteraan Keluarga". Angka yang tertera itulah status desil DTSEN Anda saat ini. Di menu yang sama, Anda juga bisa melihat profil lengkap keluarga yang terdaftar.
Artikel Terkait
Tren Liburan Keluarga Bergeser ke Vila Privat, Waktu Berkumpul Tanpa Distraksi Jadi Kemewahan Baru
BEI Rotasi Tiga Saham di Indeks IDXMESBUMN, IPCM hingga TINS Masuk Gantikan ADHI dan PGEO
Polda Metro Tetapkan Selebgram Woodyrman Tersangka Penganiayaan Berat yang Tewaskan WNA Brunei
Petani Muda di Luwu Utara Jadi Korban Pembusuran saat Cari Pelaku yang Serang Adiknya, Dua Orang Diamankan