Ucapnya penuh keyakinan. Optimisme itu punya dasar. BlackRock, raksasa pengelola aset yang dipimpinnya, baru saja mengumumkan aset kelolaannya meroket ke level rekor, yakni USD14 triliun. Bayangkan saja, angka itu sulit dibayangkan.
Di sisi lain, performa keuangan perusahaan juga cukup solid. Mereka berhasil mengalahkan proyeksi laba dari analis Wall Street untuk kuartal terakhir 2025. Laba bersihnya, setelah disesuaikan dengan beberapa biaya tertentu, mencapai USD2,18 miliar. Cukup mengesankan.
Tapi, pasar saham punya cerita yang sedikit berbeda. Meski saham BlackRock naik 4,5 persen sepanjang 2025, perjalanan di tahun ini justru berbalik arah. Sahamnya tercatat sudah anjlok lebih dari 12 persen. Sebuah dinamika yang menarik untuk dicermati, mengingat kinerja fundamental perusahaan yang terlihat kuat.
Artikel Terkait
Libur Paskah Dongkrak Omzet Sewa Sepeda Ontel di Kota Tua Jakarta
Industri Plastik Berinovasi Cari Formula Baru Imbas Gangguan Pasokan Global
Pemerintah dan KJRI Jeddah Ingatkan Waspada Modus Haji Ilegal
Persib Ungguli Semen Padang 1-0 di Stadion Agus Salim