Menurutnya, model seperti inilah yang akan didorong ke depannya. Bahkan, dalam waktu dekat, dia bersama tim berencana meninjau lokasi-lokasi lain untuk dikembangkan dengan pola serupa.
Di sisi lain, komitmen BUMN juga ditegaskan oleh Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Dia bilang, banyak aset BUMN yang selama ini belum optimal pemanfaatannya. Aset-aset itulah yang sekarang akan difokuskan untuk kepentingan publik, termasuk menyediakan rumah layak huni.
“Aset-aset yang belum termanfaatkan akan kita optimalkan agar bisa dinikmati masyarakat. Ini bagian dari komitmen bahwa BUMN adalah milik rakyat,” kata Dony.
Dia menambahkan, saat ini sedang dilakukan pemetaan aset BUMN di berbagai kota besar yang kebutuhan perumahannya tinggi. Proyek percontohan di Senen dan Tanah Abang ini diharapkan bisa jadi model untuk mempercepat penyediaan rumah di kawasan padat. Sekaligus, tentu saja, membantu mengurangi tunggakan pembangunan rumah nasional.
Jika berjalan sesuai rencana, dua kawasan itu akan punya wajah baru pertengahan 2026 nanti.
Artikel Terkait
Penjualan Tiket Lebaran KAI Lampaui Kapasitas, Tembus 5 Juta Lebih
Pemerintah Tetapkan 3 April 2026 Sebagai Libur Nasional Jumat Agung
Tiga Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pria di Sukabumi Diringkus di Banten
Kemenkeu Dorong Papua Tengah Bentuk Dana Abadi Daerah untuk Ketahanan Fiskal