Ujarnya saat ditemui Rabu lalu.
Namun begitu, Yossi tak mau berpanjang lebar. Ia memilih untuk mengalihkan penjelasan lebih detail kepada pihak yang lebih langsung menangani.
tutupnya singkat.
Jadi, pertanyaannya kini ada di tangan Biro Umum. Di satu sisi, ada alasan teknis dan kebutuhan operasional yang mungkin mendesak. Di sisi lain, publik tentu menunggu penjelasan yang masuk akal, mengapa anggaran sebesar itu dialokasikan untuk kendaraan, di saat yang sama program efisiensi terus digaungkan. Nuansa kontras ini yang membuatnya menarik untuk diikuti.
Artikel Terkait
Pemerintah Proses Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai Tiga Orang dan Rusakkan Puluhan Rumah
Menpar Akui Dampak Konflik Timur Tengah, Kerugian Pariwisata Capai Rp2,04 Triliun
Menpar Genjot Strategi Pivot Pasar Wisata Hadapi Tekanan Global