"Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," katanya.
Meski begitu, untuk memenuhi kebutuhan ke depan, pembicaraan sudah dilakukan. Ferry telah bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan perwakilan Gaikindo. Targetnya jelas: memenuhi sisa kebutuhan untuk lebih dari 80 ribu unit Kopdes Merah Putih yang diproyeksikan bakal berdiri.
Soal angka, impor yang dilakukan oleh Agrinas Pangan ini memang tak main-main. Datang dari India, ada 35.000 unit pikap 4x4 dari Mahindra. Lalu, ada lagi 70.000 unit dari Tata Motors, yang terbagi menjadi 35.000 pikap 4x4 dan 35.000 truk roda enam. Kalau dijumlah, nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun. Angka yang fantastis.
Wajar saja kalau langkah ini kemudian menuai sorotan. Pengadaan 105.000 unit kendaraan oleh BUMN Pangan itu dikhawatirkan banyak pihak bakal berdampak kurang baik bagi industri otomotif lokal. Mereka waswas, permintaan besar-besaran ke luar negeri ini bisa menggerus pasar produsen dalam negeri.
Nah, bagaimana kelanjutannya? Tampaknya, pemerintah berusaha mencari titik tengah. Sambil memanfaatkan stok yang sudah ada, mereka juga mulai merancang skema pengadaan berikutnya yang lebih berpihak pada industri domestik.
Artikel Terkait
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan
DPR Desak Penarikan Pasukan Perdamaian TNI dari Lebanon Usai Serangan Israel
KPK: Hampir 95 Ribu Pejabat Belum Laporkan Harta Kekayaan, Tenggat 31 Maret