“Jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi, maka dunia internasional sedang membiarkan runtuhnya sistem perlindungan global,” paparnya.
“Ini adalah ujian bagi PBB dan seluruh komunitas internasional: apakah hukum internasional masih dihormati atau tidak.”
Karena itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera menggelar investigasi. Investigasi itu harus independen, transparan, dan tanpa kompromi untuk menetapkan pertanggungjawaban.
“PBB tidak boleh lemah. Harus ada investigasi yang tegas dan terbuka, serta penetapan tanggung jawab yang jelas terhadap pihak yang melakukan serangan. Impunitas tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Tak lupa, ia juga menyoroti peran Indonesia. Mahfudz meminta pemerintah mengambil langkah diplomasi yang lebih progresif. Isu ini harus dibawa ke forum-forum internasional strategis untuk membangun tekanan global.
“Indonesia tidak boleh bersikap biasa-biasa saja. Kita harus mengambil peran utama dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat tekanan diplomatik, dan memastikan setiap pengorbanan prajurit kita dihargai dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Mahfudz.
Gugurnya Praka Farizal jelas meninggalkan duka yang dalam. Namun di sisi lain, peristiwa ini juga memantik pertanyaan besar tentang sejauh mana perlindungan bagi pasukan perdamaian dan tegaknya hukum di kawasan konflik.
Artikel Terkait
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden di Perbatasan Israel-Lebanon
Bea Cukai Segel 4-5 Kapal Pesiar Asing Diduga Selewengkan Fasilitas Pajak
Pemerintah Alokasikan Ribuan Truk Impor India untuk Koperasi Desa
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850