Ribuan pikap dan truk yang sudah terlanjur datang dari India itu, rupanya tetap akan dipakai. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, kendaraan-kendaraan impor tersebut akan dialokasikan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. "Kemarin karena telanjur, jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa," ujarnya, Selasa lalu.
Menurut Ferry, penyalurannya akan difokuskan pada koperasi-koperasi yang bangunan fisiknya sudah benar-benar siap. Maksudnya, yang punya gudang, gerai, dan perlengkapan lain yang diperlukan.
"Ini untuk mempermudah dan memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa," jelasnya.
Rencananya, setiap koperasi yang memenuhi syarat akan mendapat jatah satu truk, satu pikap, plus sepeda motor. Hingga saat ini, distribusi sudah berjalan. Ferry menyebut ada sekitar 2.400 Kopdes Merah Putih yang telah menerima ribuan unit truk dan pikap tersebut.
Di sisi lain, Ferry tak menampik adanya sorotan. Dia mengakui, seharusnya industri otomotif dalam negeri atau yang sudah berinvestasi di Indonesia yang diprioritaskan. Hanya saja, dalam kondisi tertentu, pilihan impor tetap terbuka.
Artikel Terkait
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Insiden di Perbatasan Israel-Lebanon
Bea Cukai Segel 4-5 Kapal Pesiar Asing Diduga Selewengkan Fasilitas Pajak
Pertamina Bantah Isu Kenaikan Harga Pertamax Jadi Rp 17.850
Anggota Komisi I DPR Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon