Begitu masuk, pemandangan mengerikan langsung menyambut. Musripah terbaring tak bergerak di tempat tidur. Di lehernya terlihat memar. Mereka pun langsung menghubungi pihak berwajib.
Setelah tim identifikasi tiba dan memproses TKP, kejutan lain menunggu. Di kamar mandi, Makmuri ditemukan sudah meninggal. Ia menggantung diri menggunakan ikat pinggangnya sendiri. Tak jauh dari situ, sebuah pisau juga tergeletak.
Namun begitu, ada fakta lain yang perlahan terungkap dan cukup mengejutkan. Menurut Ketua RT setempat, Mufti Ardiya Anggiantoro, di dekat jasad Musripah ditemukan catatan tabungan siswa.
Rupanya, Musripah lah yang mengelola uang tabungan murid-murid TK tempatnya mengabdi. Dan belakangan diketahui, ia baru saja menjadi korban penipuan lewat WhatsApp. Uang sebesar Rp21 juta raib begitu saja dari rekeningnya.
Pasangan ini dikenal sebagai sosok yang pendiam. Mereka jarang sekali bergaul dengan tetangga sekitar. Tragedi pilu ini, di sisi lain, jadi pengingat yang keras bagi kita semua. Dampak psikologis dari kejahatan siber ternyata bisa sangat menghancurkan, merenggut nyawa dan memutus harapan.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional berat, jangan ragu untuk mencari bantuan. Hubungi tenaga profesional kesehatan mental atau layanan konseling terdekat.
Artikel Terkait
Pembangunan Rusun di Bantaran Rel Senen Ditargetkan Mulai Mei 2026
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif
Dua Personel UNIFIL Tewas dalam Ledakan di Lebanon Selatan
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Haji sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota