Syahganda & Abraham Samad Bongkar Masalah Terbesar Gibran: Anak Haram Konstitusi yang Bisa Jadi Presiden Dadakan

- Jumat, 17 Oktober 2025 | 02:25 WIB
Syahganda & Abraham Samad Bongkar Masalah Terbesar Gibran: Anak Haram Konstitusi yang Bisa Jadi Presiden Dadakan

Posisi Wapres Gibran Rakabuming Raka menjadi sorotan publik jelang satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto. Analis politik Syahganda Nainggolan menyebut salah satu masalah serius yang dihadapi pemerintahan ini adalah tingkat kepercayaan yang rendah terhadap figur wakil presiden.

"Dalam menjalankan pemerintahannya, masalah trust terhadap wakil presiden. Karena hampir sebagian masyarakat ini kan tidak trust terhadap wakil presidennya," ujar Syahganda dalam channel YouTube Abraham Samad SPEAK UP, seperti dikutip Kamis (16/10/2025).

Kekhawatiran publik, menurutnya, bukan hanya pada masa depan politik Prabowo, tetapi juga pada potensi suksesi kepemimpinan. "Yang paling ditakutkan rakyat ini kalau Prabowo meninggal, ini orang jadi presiden. Kan gitu," tegasnya.

Syahganda mempertanyakan kapasitas dan legitimasi Wapres Gibran yang dinilai kurang memiliki modal politik dan pengalaman memadai. "Kenapa ini anak kecil enggak punya modal tiba-tiba jadi wapres? Kan kira-kira gitu kecil ya? Iya dong," sindirnya.

Kritik serupa disampaikan Abraham Samad yang menyebut proses keterpilihan wakil presiden ini mengandung cacat konstitusional. "Keterpilihannya itu mengandung cacat konstitusilah. Cacat anak haram konstitusi," kata Abraham Samad.

Abraham juga menilai kapasitas sang wakil presiden masih jauh dari memadai untuk memimpin negara. "Kalau dilihat itu, kalau kita berkaca daripada secondary school, itu sebenarnya SMP plus saja," ucapnya.

Syahganda lantas mengusulkan revisi aturan konstitusi mengenai suksesi kepemimpinan. "Bahwa tidak otomatis kalau presiden meninggal, wapresnya jadi presiden. Itu yang harus dipastikan. Apakah undang-undangnya harus direvisi, diamandemen, atau bagaimana," jelasnya.

Kedua pengamat ini juga menyoroti minimnya peran yang diberikan kepada wakil presiden dalam struktur pemerintahan. "Presiden kan sekarang sibuk. Wapresnya pelangak-pelongok karena enggak dikasih kerjaan sama presiden," ujarnya.

"Atau memang anak ini enggak bisa kerja? Dua-duanya mungkin ya," tambah Abraham.

Menurut Syahganda, kondisi ini mencerminkan lemahnya kepercayaan Prabowo terhadap wapresnya. "Kalau presidennya percaya sama wapresnya, pasti dia kasih tugas. Kayak Pak JK dulu, dikasih pimpin rapat kabinet. Kalau ini, enggak," lanjutnya.

Syahganda juga mengungkapkan bahwa sejumlah pihak, termasuk kalangan purnawirawan, telah mendorong proses pemakzulan terhadap wakil presiden. "Forum purnawirawan sudah minta dimakzulkan. Dan seluruh rakyat itu harus waras ya. Kewarasan itu adalah memang dia tidak punya kepantasan," ucapnya.

Sebagai alternatif suksesi, ia mengusulkan pembentukan presidium atau penyelenggaraan pemilu ulang jika terjadi kekosongan jabatan presiden.

Sumber: Suara.com

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar