Dini hari tadi, di Circuit of the Americas, ada momen pahit manis yang dialami Veda Ega Pratama. Pembalap muda Indonesia itu sempat menunjukkan taring dengan mencetak lap tercepat. Tapi, sayangnya, balapan Moto3 Amerika Serikat untuknya harus berakhir lebih awal akibat insiden yang dramatis.
Start dari posisi keempat, Veda awalnya bertahan di barisan depan. Namun, ia memilih untuk tak terburu-buru dan bermain lebih kalem, yang membuat posisinya turun ke peringkat delapan. Baru pada lap ketiga, ia mulai menunjukkan serangannya. Ritme balapnya kembali ditemukan. Satu per satu posisi ia raih, dari tujuh, lalu enam, dan merangkak naik ke posisi lima.
Dan di lap yang sama itulah, ia mencatatkan waktu tercepat: 2:13.844. Sebuah tanda bahwa speed-nya sedang bagus.
Namun begitu, nasib berkata lain. Di lap keempat, ketika sedang dalam mode menyerang, motornya tiba-tiba mengalami "high-side". Veda terlempar dan mendarat di area gravel. Joel Esteban, yang baru saja disalip dan ada tepat di belakangnya, tak punya ruang untuk menghindar. Motornya menabrak motor Veda yang sudah terjatuh, dan Joel pun ikut terpelanting.
Untungnya, bagi Veda, jatuhnya terjadi di pinggir lintasan. Ia terhindar dari risiko ditabrak pembalap lain yang melintas. Sedangkan Joel Esteban bersama motornya teronggok di gravel. Akibat insiden ini, keduanya terpaksa mundur dan tak bisa melanjutkan lomba.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran