Di sisi lain, pertemuan tingkat tinggi juga digelar di Islamabad. Para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Mesir, Turki, dan Pakistan berkumpul membahas perang AS-Iran serta dampaknya di Timur Tengah. Pertemuan ini diadakan atas undangan Menlu Pakistan Ishaq Dar.
Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Pakistan, pertemuan itu bertujuan meninjau situasi regional yang terus berkembang dan membahas isu-isu bersama. Pakistan sendiri dipandang punya posisi unik: punya hubungan lama dengan Teheran sekaligus kontak dekat di Teluk.
Tak hanya itu, Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan panglima tentara Pakistan dikabarkan punya hubungan pribadi dengan Trump. Faktor ini mungkin jadi salah satu alasan Pakistan dipercaya jadi perantara.
Meski Teheran secara resmi belum mengakui adanya pembicaraan langsung dengan Washington, sumber anonim dari kantor berita Iran Tasnim mengungkap, Iran sudah menyampaikan tanggapan terhadap rencana perdamaian 15 poin Trump tentu saja, melalui jalur Islamabad.
Sebelumnya, PM Shehbaz Sharif mengaku telah berbicara telepon lebih dari satu jam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Percakapan itu rupanya mendalami upaya diplomatik Pakistan.
Pezeshkian pun menyampaikan terima kasih. Islamabad dihargai atas upaya mediasinya untuk menghentikan agresi.
Jadi, meski pernyataan resmi masih tertutup dan situasi di lapangan tetap tegang, ada beberapa benang yang mulai terlihat. Setidaknya, menurut klaim Trump, pembicaraan masih berjalan. Dan Pakistan, dengan segala jaringan dan hubungan pribadinya, tampaknya jadi penengah yang sibuk.
Artikel Terkait
Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Angka Kematian Anjlom 31 Persen
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran