Suasana di Tokyo pada Minggu malam itu cukup berbeda. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Jepang, 29 Maret 2026, memicu antusiasme yang nyata di kalangan diaspora Indonesia. Mereka rela menunggu, hanya untuk sekadar menyapa, bersalaman, atau mengabadikan momen singkat bersama orang nomor satu di tanah air.
Antusiasme itu terpancar jelas dari raut wajah mereka. Ada yang bekerja sebagai caregiver di Kanagawa, ada pula yang sibuk di pabrik manufaktur Yokohama sambil menyempatkan kuliah. Malam itu, mereka bersatu dalam satu harapan: bertemu sang Presiden.
Pito Putra, salah satu di antaranya, masih terlihat sumringah usai bertemu. Menurutnya, Prabowo menunjukkan sikap yang jauh dari kesan kaku.
Perasaan senasib juga diungkapkan Airawan, seorang caregiver yang juga tengah menekuni studi administrasi bisnis di Shinjuku. Baginya, pertemuan ini seperti mimpi yang tak terduga.
Artikel Terkait
Harga Cabai dan Daging Turun Signifikan di Awal Pekan
Indeks Bisnis-27 Anjlok 1,37%, AMRT dan BBCA Tekan Pasar
Bank Raya Luncurkan Pinang Flexi, Solusi Kredit Digital untuk Kebutuhan Pascalebaran
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas