“Kita ke sana supaya warga ini nggak anarkis,” katanya. “Khawatir ada penjarahan atau ada orang-orang yang memanfaatkan situasi. Alhamdulillah situasinya kondusif.”
Setelah diberi pengarahan tentang proses hukum, para korban akhirnya bersedia mengikuti prosedur. Mereka diajak ke Polsek untuk membuat laporan resmi. “Kalau kita biarkan atau kalau telat, mungkin sudah pada masuk rumah pelaku sampai berbuat anarkis,” imbuh Hendrik, menggambarkan betapa panasnya suasana saat itu.
Kini, rumah sang terduga pelaku telah dipasangi garis polisi. Polisi juga telah memulai penyelidikan. Dua orang saksi, termasuk seorang admin yang mengurusi investasi itu, telah diperiksa. Namun, jumlah korban sebenarnya masih mungkin bertambah.
“Kita belum pastikan juga jumlah korbannya karena bisa saja nanti bertambah,” tutur Hendrik. Kasus ini masih terus digulirkan, sementara warga Tenjo berharap pelaku segera dibawa ke meja hijau.
Artikel Terkait
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas
Analis Proyeksikan Pergerakan IHSG Sideways di Pekan Perdagangan Singkat
Jerman dan Ghana Uji Ketahanan Pertahanan di Laga Uji Coba
Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Melintas, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Terlena