Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global

- Senin, 30 Maret 2026 | 01:20 WIB
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global

Latar belakang desakan ini memang suram. Riyono melihat program MDGs sebelumnya sudah gagal mengatasi kelaparan global. Bahkan, ancaman itu makin nyata dengan sekitar satu miliar penduduk bumi yang terancam, dan banyak yang sudah meninggal karena kelaparan.

Target SDGs ke-2 pada 2030 mengakhiri kelaparan dan mencapai ketahanan pangan pun terancam gagal untuk kedua kalinya. Perubahan ekstrem peta pangan global jadi penyebab utamanya.

“Artinya dunia gagal mengatur perputaran pangan global. Adanya perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat semakin tinggi ketidakpastian global sehingga negara produsen pangan berprinsip menahan pangan untuk mereka sendiri,” papar Riyono.

Kegagalan distribusi global ini berakibat langsung: harga melambung, ketersediaan menipis, permintaan meledak. Yang lebih berbahaya, pangan berubah jadi alat politik yang kerap merugikan petani kecil.

“Pangan dan energi sebagai instrumen dasar manusia berubah menjadi senjata mematikan untuk menguasai bahkan ‘menjajah’ suatu negara atas nama impor, sedangkan produsen utamanya, yaitu petani dan negaranya, masih tetap miskin dan menderita,” tandasnya.

Peringatannya jelas. Di tengah gejolak dunia, ketahanan pangan bukan lagi sekadar urusan perut, tapi pertahanan kedaulatan itu sendiri.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar