Kondisi global yang makin tak menentu mendorong anggota Komisi IV DPR, Riyono, untuk bersuara lantang. Intinya sederhana: Indonesia harus benar-benar fokus pada ketersediaan pangan. Menurutnya, inilah fondasi kedaulatan yang tak bisa ditawar lagi, terutama ketika dunia seperti menuju krisis.
Riyono tak sekadar mengingatkan. Dia menyodorkan sejumlah langkah konkret yang dirasa mendesak untuk dilakukan pemerintah. Poin pertama yang ditegaskannya adalah soal cadangan beras nasional.
"Cadangan pangan berupa beras yang sudah tembus 4 juta ton harus dijaga kualitas dan manajemen pengelolaannya," ujar dia.
Angka itu memang mengesankan, tapi Riyono khawatir kalau pengelolaannya salah. Itu sebabnya, dia mendesak agar pemerintah juga melindungi para petani, ujung tombak produksi pangan kita.
"Harga GKP dan jagung yang sudah baik harus tetap dipertahankan, kalau perlu ditambah dengan asuransi hasil pertanian karena menghadapi risiko kemarau panjang," tuturnya.
Nah, soal anggaran, Riyono punya pesan keras. Dia menilai politik anggaran untuk sektor pertanian dan perikanan jangan sampai dikenai efisiensi buta. Anggaran pertanian yang mencapai Rp60 triliun itu, dalam pandangannya, sama sekali tidak boleh dipangkas.
"Hal ini dikarenakan ketahanan pangan dan protein ada di sektor ini. Jika diperlukan, maka anggarannya harus ditambah untuk mengantisipasi krisis pangan dunia," ucapnya tegas.
Artikel Terkait
DPR RI Terapkan Kebijakan Penghematan Energi dan Anggaran Ketat
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Presiden Prabowo Sambut Hangat Diaspora Indonesia di Tokyo
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi