Minggu lalu, Presiden Prabowo Subianto terbang ke Jepang. Dan yang menarik, di pesawat yang sama duduk juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Lawatan kerja ini, yang berlangsung pada 29 Maret 2026, jelas punya agenda serius: menjalin kerja sama strategis dengan negeri sakura itu.
Nah, soal energi bersih jadi salah satu fokus utama. Menurut juru bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, potensi kolaborasi dengan Jepang di sektor ini terbilang besar dan bisa bantu mengamankan ketahanan energi kita ke depan.
"Menteri ESDM ikut dalam penerbangan, mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatan ke Jepang," jelas Anggia lewat sebuah keterangan tertulis.
"Ada beberapa kerja yang dibahas, termasuk salah satunya di sektor energi, untuk pengembangan energi bersih yang berkelanjutan."
Peran Bahlil dalam rombongan ini cukup krusial. Tugasnya adalah memastikan semua pembicaraan dan peluang yang mengemuka nanti tidak sekadar wacana, tapi benar-benar berujung pada kesepakatan yang konkret dan bisa dijalankan.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Rudal Iran Hantam Pabrik Kimia di Beersheba, Kebakaran Hebat Meluas
Diplomat Rusia Yakin Iran Akan Transparan Soal Insiden Radiasi
DKI Jakarta Siapkan Aturan Ketat Penggunaan Gawai di Sekolah