Nah, bagaimana kondisi di hari terakhir pengamatan, yaitu Sabtu (28/3)? Rivan menyebut volume lalu lintas balik ke Jabotabek mencapai 212.138 kendaraan. Angka itu melonjak 46,7% jika dibandingkan dengan hari biasa yang hanya sekitar 144.601 kendaraan.
Tapi, puncak sesungguhnya ternyata sudah terjadi lebih awal.
“Berdasarkan catatan harian, lalu lintas balik tertinggi justru terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026,” ujar Rivan.
Kala itu, sebanyak 256 ribu kendaraan memadati jalan, atau hampir dua kali lipat (naik 99%) dari kondisi normal. Dan lagi-lagi, dominasi terbesar datang dari arah timur, menyumbang 62,1% dari total hari itu.
Meski puncaknya lewat, perjalanan belum usai. Jasa Marga memprediksi masih ada sekitar 249 ribu kendaraan yang akan kembali ke Jabotabek lewat empat gerbang tol utama itu. Jumlah itu berarti 42,2% lebih tinggi dari arus normal.
“Dari jumlah tersebut, kami perkirakan sekitar 91 ribu kendaraan akan masuk lewat GT Cikampek Utama dari arah Trans Jawa,” kata Rivan.
Itu artinya, lonjakan yang cukup ekstrem tepatnya 153,5% di atas batas normal.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Tegaskan Tuhan Menolak Doa Para Pencetus Perang
Diplomat Rusia Yakin Iran Akan Transparan Soal Insiden Radiasi
DKI Jakarta Siapkan Aturan Ketat Penggunaan Gawai di Sekolah
Korban Jiwa Kecelakaan Mudik Lebaran Turun 30%, Arus Diklaim Lancar