Persiapan buat pemberangkatan haji tahun depan sudah nyaris rampung. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, bilang progresnya hampir sentuh angka 100 persen. Jadi, semuanya masih sesuai jadwal yang direncanakan.
Pernyataan ini dia sampaikan waktu bertemu dengan staf Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di Jawa Timur. Kenapa Jawa Timur? Soalnya, provinsi ini punya kuota jamaah paling besar se-Indonesia. Makanya, kesuksesan operasional di sini bakal jadi tolok ukur nasional.
“Persiapan operasional terus kita matangkan dan sejauh ini berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Menhaj, Minggu (29/3/2026).
Dia menambahkan, fokus utama sekarang adalah keamanan dan keselamatan jemaah. “Kami lakukan lewat berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” katanya.
Di sisi lain, ada hal lain yang juga ditegaskan sang Menteri: soal uang. Ekosistem keuangan haji ini nilainya fantastis, mencapai Rp18 triliun. Jumlah sebesar itu, tentu saja, rawan masalah. Menhaj pun bersikap tegas. Akuntabilitas, menurutnya, adalah harga mati yang tak bisa ditawar.
Untuk memastikan semuanya bersih, Kemenhaj enggak main-main. Mereka melibatkan profesional dari KPK, Kejaksaan, sampai Kepolisian. Tujuannya jelas, buat mengawal ketat proses pengadaan dan pengelolaan anggaran yang sedemikian besar.
Artikel Terkait
Pria di Medan Serang Tetangga Pakai Pahat Kayu, Diduga Dipicu Debu Sapu
Sistem Satu Arah Cipali Picu Macet Parah 3 Km di Pantura Cirebon
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,8 Juta per Gram Setelah Dua Pekan Turun
Analis: Perpanjangan Tenggat AS-Iran Cuma Perpanjang Ketidakpastian, Ancam Inflasi Indonesia