"Biar nggak terlalu capek juga, kasihan," lanjut Astour, suaranya terdengar penuh pertimbangan.
Soal berapa kali persisnya berhenti, dia mengaku sudah tak menghitung. "Wah, enggak kehitung. Enggak kehitung, pelan-pelan iya itu aja sih intinya," ucapnya sambil tertawa kecil. Strategi ini dia ambil bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga kondisi buah hatinya, ini juga jadi cara menghindari puncak arus balik gelombang kedua.
Dia memperkirakan, kondisi jalan akan makin padat keesokan harinya. "Biar nggak macet aja sih besok pasti makin macet soalnya ya," jelasnya. Lagipula, sisa waktu libur sebelum kembali kerja bisa digunakan untuk istirahat total di rumah, tanpa harus kelelahan ekstra di perjalanan.
Dari segi biaya, mudik pakai motor tetap jadi pilihan paling masuk akal baginya. Dibandingkan harus membeli tiket bus, ongkos yang dikeluarkan jauh lebih ringan. Cukup untuk bensin saja.
"Untuk isi bensin, ya kurang lebih 150-an bisa sampai ke Serang," tutur Astour. Sekitar seratus lima puluh ribu rupiah untuk sebuah perjalanan pulang yang penuh kehati-hatian dan mengutamakan keluarga.
Artikel Terkait
BTN: Setiap Rp1 Triliun Investasi Properti Serap 8.000 Tenaga Kerja
Kekayaan Intelektual Kini Bisa Dijadikan Agunan KUR hingga Rp500 Juta
KPK Setor Rp11 Miliar ke Kas Negara dari Lelang Barang Rampasan
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan