Ada sinyal perubahan arah dari pemerintah, khususnya di sektor mineral dan batu bara. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia baru-baru ini mengisyaratkan pergeseran kebijakan. Intinya, pemerintah tak lagi mau terlalu ketat menahan produksi. Di tengah tekanan ekonomi global, mereka justru membuka ruang untuk menaikkan volume produksi, tentu saja dengan skema relaksasi yang terukur. Di sisi lain, instrumen fiskal baru berupa bea keluar juga sedang disiapkan. Tujuannya jelas: mendongkrak penerimaan negara.
Namun begitu, Bahlil menegaskan bahwa kebijakan dasar untuk RKAB atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya tidak berubah. Yang berubah adalah fleksibilitas dalam pelaksanaannya. Jadi, produksi nikel dan batu bara bisa ditingkatkan saat harga global sedang bagus. Sebaliknya, jika harga melemah, produksi akan disesuaikan dengan kondisi pasar.
Ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat lalu. Langkah ini terasa seperti 'putar balik' dari pendekatan sebelumnya yang cenderung membatasi produksi demi menjaga harga. Kini, strateginya dikombinasikan: main volume sekaligus harga untuk mengoptimalkan pendapatan.
Tapi tentu saja ada catatan penting. Bahlil menekankan, peningkatan produksi ini harus menjaga keseimbangan pasar. Jangan sampai malah membanjiri pasokan dan akhirnya menekan harga komoditas itu sendiri. Selain itu, prioritas utama tetaplah pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Kata dia menegaskan. Sejalan dengan itu, pemerintah juga sedang mengkaji penerapan bea keluar untuk sejumlah komoditas minerba. Produk turunan nikel seperti nickel pig iron (NPI) termasuk di dalamnya. Kebijakan fiskal ini diarahkan untuk memperluas basis penerimaan negara dari sektor hilirisasi yang sedang digenjot.
Meski demikian, rencana bea keluar ini belum final. Menurut Bahlil, semuanya masih dalam tahap perhitungan dan pembahasan serius dengan Kementerian Keuangan. Pemerintah ingin memastikan skema yang nanti diterapkan tidak malah membebani industri. Apalagi karakteristik komoditas sangat beragam.
Artikel Terkait
PM Malaysia Anwar Ibrahim Bahas Konflik Timur Tengah dengan Presiden Prabowo di Jakarta
INSA Serap Inovasi Otomatisasi dan Dekarbonisasi dari Galangan Kapal Singapura
Prabowo Bahas Proyek Energi dan KEK Baru dengan Investor Legendaris Ray Dalio
Ribuan Suporter Timnas Indonesia Padati GBK Jauh Sebelum Laga Kontra Saint Kitts and Nevis