Menariknya, Purbaya juga menyoroti latar belakang Robert di bidang Hubungan Internasional. Di tengah gejolak geopolitik global yang tak menentu, keahlian ini dinilai sebagai modal berharga. Tantangan ke depan jelas kompleks, dan kementerian butuh strategi yang cermat.
Salah satu isu yang langsung disinggung adalah stabilitas harga energi. Purbaya merasa, keberhasilan menjaga harga BBM di level saat ini adalah prestasi yang patut dibanggakan. Namun, narasi ini belum sepenuhnya sampai ke publik.
“Saya ditanya presiden gimana BBM? Aman pak artinya ada tindakan kita bisa menyelamatkan itu dan itu belum terpublikasikan baik di kemenkeu,” jelasnya.
“Pak Robert memastikan itu dipahami masyarakat,” tegas Purbaya, menitipkan tugas komunikasi yang krusial kepada sekjen barunya.
Pelantikan ini, pada akhirnya, bukan sekadar serah terima jabatan biasa. Ini tentang menjaga ritme kerja di tengah harapan dan tekanan yang terus membayang. Robert Marbun kini memegang kendali, dengan pesan menterinya masih terngiang di telinga.
Artikel Terkait
DPRD Bandung Soroti Kesenjangan Gaji dan Evaluasi Kinerja ASN
BMKG Catat 201 Titik Panas di Riau, Tertinggi di Sumatera
Gibran Dorong Hilirisasi Peternakan Sapi di Boyolali dan Waspadai PMK
Menkeu Setuju Penghematan Anggaran Makan Bergizi Gratis dengan Syarat Kualitas Tak Turun