Pejabat Houthi itu terlihat sangat percaya diri. Ia menegaskan kesiapan militernya.
Katanya lagi. Ia bahkan memuji kinerja Iran di medan pertempuran, menyebut mereka "mengalahkan musuh setiap hari".
Beberapa pengamat dan diplomat yang memantau perkembangan ini punya analisis sendiri. Mereka menduga kelompok Houthi sedang menunggu momen yang pas untuk benar-benar terjun ke konflik. Tujuannya jelas: memberikan tekanan maksimal. Peluangnya bisa muncul jika ada peralihan ekspor minyak ke Laut Merah menyusul penutupan Selat Hormuz.
Bayangkan saja, Selat Bab al-Mandab ini cuma selebar 29 kilometer di titik tersempitnya. Sangat sempit. Lalu lintas kapal besar pun mau tidak mau terpaksa melalui dua jalur yang sudah ditentukan sangat rentan untuk diintervensi. Situasinya memang makin runyam.
Artikel Terkait
1.300 Personel Amankan Dua Laga FIFA Series 2026 di GBK
Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak Usai Blusukan di Pinggir Rel Senen
Kemenhub Optimalkan Buffer Zone dan Tambah Kapal Antisipasi Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk
Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis, Proyeksikan Ekspansi Ekonomi hingga 2030