Ancaman dari kelompok Houthi di Yaman kembali menggema. Kali ini, mereka menyatakan kesiapan untuk melancarkan serangan terhadap Amerika Serikat dan Israel di perairan Laut Merah. Pernyataan ini tentu mengkhawatirkan, mengingat track record kelompok yang dekat dengan Iran ini dalam mengacaukan lalu lintas pelayaran internasional.
Menurut sejumlah saksi, aksi-aksi mereka sebelumnya sempat bikin kacau perdagangan global, terutama saat konflik Gaza memanas. Nah, situasi ini berpotensi memperburuk krisis minyak dan ekonomi dunia yang sudah terimbas perang di Timur Tengah.
Seorang pejabat Houthi yang enggan disebut namanya mengonfirmasi hal itu kepada Reuters, Jumat lalu.
Ucapnya. Kalau ancaman ini benar-benar diwujudkan, maka Selat Bab al-Mandab di lepas pantai Yaman bisa jadi sasaran empet. Titik itu sangat vital, menjadi gerbang lalu lintas kapal menuju dan dari Terusan Suez.
Di sisi lain, Iran sendiri sudah lebih dulu mengambil langkah tegas. Sejak perang pecah akhir bulan lalu, mereka secara efektif menutup Selat Hormuz di Teluk Persia. Penutupan ini jelas memukul ekspor hidrokarbon negara-negara Arab di kawasan itu.
Artikel Terkait
1.300 Personel Amankan Dua Laga FIFA Series 2026 di GBK
Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak Usai Blusukan di Pinggir Rel Senen
Kemenhub Optimalkan Buffer Zone dan Tambah Kapal Antisipasi Puncak Arus Balik Ketapang-Gilimanuk
Menteri Keuangan Bantah Isu Krisis, Proyeksikan Ekspansi Ekonomi hingga 2030