Projo Gabung ke Gerindra: Strategi Penyusupan Politik Jokowi atau Manuver Biasa?
Langkah Relawan Pro Jokowi (Projo) yang berencana bergabung dengan Partai Gerindra dan mengganti logo siluet Joko Widodo (Jokowi) menuai beragam spekulasi. Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio, menilai ini bukan sekadar perpisahan, melainkan strategi politik Jokowi untuk menyusupkan pengaruhnya ke dalam partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.
Strategi Penyusupan Projo ke Gerindra
Menurut Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, manuver Projo kemungkinan besar adalah strategi Jokowi untuk memahami arah dan strategi Gerindra ke depannya. "Itu sangat mungkin adalah strategi Jokowi juga untuk menyusupkan Projo ke Gerindra," ujarnya. Ia melihat ini sebagai permainan politik di depan publik, di mana Projo sengaja tampak berpisah dari Jokowi.
Catatan Sejarah dan Kepiawaian Manuver Politik
Hensa mengingatkan sejarah Projo yang pernah 'ngambek' dan mengancam bubar, namun akhirnya terselamatkan setelah Ketua Umumnya, Budi Arie Setiadi, diangkat menjadi Wakil Menteri Desa. Ia menegaskan bahwa kepiawaian Jokowi dalam manuver politik menjadi alasan kuat di balik langkah ini. "Bisa jadi seolah-olah dibuat mereka berpisah. Padahal itu adalah sebuah strategi untuk memperkuat ide Jokowi sebelumnya, Prabowo-Gibran 2 periode," tuturnya.
Projo Sebagai "Kuda Troya" Jokowi?
Hensa memberikan peringatan keras kepada Gerindra. Ia menyebut Projo berpotensi menjadi "kuda Troya" Jokowi yang sengaja disusupkan untuk memastikan visi dua periode Prabowo-Gibran terlaksana dan memantau strategi internal partai. "Hati-hati buat Gerindra. Ini bisa jadi Projo adalah kuda Troya-nya Jokowi," tegasnya.
Mengantisipasi Pesaing Baru Gibran Rakabuming
Analisis ini juga menyinggung munculnya pesaing potensial seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang popularitasnya dinilai meroket. Hensa berpendapat, manuver Projo bisa jadi merupakan antisipasi terhadap dinamika persaingan internal untuk periode kepemimpinan berikutnya. "Untuk mengantisipasi itu, makanya Projo bisa jadi membuat manuver itu," katanya.
Perubahan Logo: Drama Politik?
Rencana perubahan logo Projo dari siluet Jokowi menjadi simbol semut, yang melambangkan rakyat kecil, dinilai Hensa sebagai bagian dari "drama" atau pertunjukan politik. Ia menyimpulkan bahwa politik sesungguhnya jarang terlihat di permukaan. "Kalau yang terjadi di depan itu namanya drama atau pertunjukkan politik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI