Projo Gabung ke Gerindra: Strategi Penyusupan Politik Jokowi atau Manuver Biasa?
Langkah Relawan Pro Jokowi (Projo) yang berencana bergabung dengan Partai Gerindra dan mengganti logo siluet Joko Widodo (Jokowi) menuai beragam spekulasi. Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio, menilai ini bukan sekadar perpisahan, melainkan strategi politik Jokowi untuk menyusupkan pengaruhnya ke dalam partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut.
Strategi Penyusupan Projo ke Gerindra
Menurut Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, manuver Projo kemungkinan besar adalah strategi Jokowi untuk memahami arah dan strategi Gerindra ke depannya. "Itu sangat mungkin adalah strategi Jokowi juga untuk menyusupkan Projo ke Gerindra," ujarnya. Ia melihat ini sebagai permainan politik di depan publik, di mana Projo sengaja tampak berpisah dari Jokowi.
Catatan Sejarah dan Kepiawaian Manuver Politik
Hensa mengingatkan sejarah Projo yang pernah 'ngambek' dan mengancam bubar, namun akhirnya terselamatkan setelah Ketua Umumnya, Budi Arie Setiadi, diangkat menjadi Wakil Menteri Desa. Ia menegaskan bahwa kepiawaian Jokowi dalam manuver politik menjadi alasan kuat di balik langkah ini. "Bisa jadi seolah-olah dibuat mereka berpisah. Padahal itu adalah sebuah strategi untuk memperkuat ide Jokowi sebelumnya, Prabowo-Gibran 2 periode," tuturnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir