Polisi di Trenggalek, Jawa Timur, baru saja membongkar sebuah kasus penipuan yang cukup nekat. Modusnya? Pengajuan kredit perbankan palsu. Yang menarik, barang bukti yang disita benar-benar dramatis: tiga koper penuh berisi uang palsu. Nilainya fantastis, mencapai Rp 5 miliar.
Wakapolres setempat, Kompol Herlinarto, membeberkan kronologinya. Korban, seorang warga Desa Krandegan yang diketahui bernama WA, menjadi sasaran. Setelah melakukan penyelidikan, aparat akhirnya menangkap dua pelaku. Mereka adalah AK alias Gus Alfi (51) dari Pasuruan dan MR alias Weldan (43) asal Wonosobo, Jawa Tengah.
Menurut Herli, semua ini berawal pada pertengahan Januari lalu.
"Kasus ini bermula pada 14 Januari, korban dikenalkan oleh saksi Eyang, warga Gador, Kecamatan Durenan dengan kedua tersangka. Saat itu tersangka mengaku bisa memfasilitasi pengajuan pencarian modal dari salah satu bank," jelasnya.
Korban pun tertarik. Awalnya, dia berniat mengajukan modal usaha sebesar Rp 1 miliar. Tapi, ada syaratnya: harus bayar biaya administrasi dulu sebesar Rp 100 juta. Nah, setelah korban masuk perangkap, rayuan pelaku malah makin menjadi. Mereka menawarkan pinjaman yang jauh lebih besar, yakni Rp 5 miliar.
Tentu saja, iming-iming segitu mustahil ditolak. Untuk mendapatkan dana besar itu, korban kembali diminta mengeluarkan uang administrasi tambahan, kali ini senilai Rp 60 juta. Lagi-lagi, korban menyetor.
Puncak aksinya terjadi saat tersangka MR mendatangi rumah korban. Dia membawa tiga koper yang katanya berisi uang tunai Rp 5 miliar, campuran rupiah dan dolar. Untuk meyakinkan, satu lembar uang 'palsu' itu disinari dengan ultra violet. Muncul lah tanda 'ASET 1.0.1'. MR bilang tanda itu bisa dihilangkan, tapi butuh biaya lagi Rp 50 juta.
Di titik inilah, korban mulai sadar ada yang tidak beres. Rasa curiga itu yang akhirnya mendorongnya untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.
Dari penyelidikan, akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan. Polisi menyita barang bukti yang cukup lengkap: ketiga koper berisi tumpukan kertas mirip uang senilai fantastis tadi, plus rekening koran, beberapa kartu ATM, dan telepon genggam. Aksi tipu-tipu yang berbalut drama koper miliaran rupiah itu pun akhirnya terbongkar.
Artikel Terkait
DPRD Bekasi Usul Modernisasi Angkot Menyusul Aksi Unjuk Rasa
IHSG Diproyeksikan Tertekan Jelang Akhir Pekan Panjang
Kyiv Kembali Diguncang Serangan Rudal Rusia, Belum Ada Laporan Korban Jiwa
Ibu Sembilan Anak Ditangkap Usai Dua Bayi Ditemukan Tewas di Freezer Prancis