Charlie Hospital Semarang (RSCH) tak mau berhenti berkembang. Strategi terbarunya? Membuka jaringan rumah sakit baru, salah satunya bakal dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Mereka ingin menangkap geliat kebutuhan kesehatan di wilayah-wilayah yang ekonominya sedang naik daun, terutama kawasan industri yang padat pekerja.
“Tahun ini Charlie Hospital akan terus menambah jumlah rumah sakit. Kami berharap dapat membangun dua atau tiga rumah sakit ke depannya,”
kata President Director RSCH, Junianto, dalam keterangannya Kamis lalu.
Fokusnya memang pada kawasan industri strategis. Kenapa Batang? Jawabannya sederhana: prospeknya cerah. Ada rencana investasi raksasa senilai ratusan triliun rupiah dari pemerintah dan investor China di sana. Bayangkan saja, ketika pabrik-pabrik dan proyek besar beroperasi, jumlah pekerja akan melonjak. Dan di situlah kebutuhan akan layanan kesehatan yang mumpuni menjadi sebuah keniscayaan.
Namun begitu, membangun dari nol bukan satu-satunya cara. Manajemen RSCH juga membidik aksi akuisisi untuk mempercepat pertumbuhan. Soal pendanaan, mereka lebih memilih kerja sama dengan investor strategis. Tujuannya agar kondisi keuangan perusahaan tetap luwes, tidak terlalu terbebani.
Artikel Terkait
BUMI Cetak Laba Bersih Rp 1,38 Triliun di Tengah Pasar Batubara Lesu
Bank bjb Salurkan Bantuan Rp700 Miliar untuk Perbaikan 35.000 Rumah di Jabar
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan