Bagi yang sudah langganan mudik lewat Pantura, mendengar "Simpang Jomin" pasti bikin deg-degan. Titik di Karawang itu terkenal sebagai lokasi macet parah, tempat kesabaran dan bahan bakar diuji. Tapi tahun ini, ceritanya lain. Kawasan yang dulu jadi simbol kelelahan itu, kini terasa lebih ringan dilalui.
Memang, kenangan buruknya tak mudah hilang. Bayangkan, terjebak diam di satu titik selama lebih dari dua jam. Panas, lelah, emosi menumpuk.
"Tadi sempat macet, macetnya itu mau dua jam lebih. Karena kakak saya juga lagi hamil dan bawa anak, kami terpaksa istirahat di pinggir jalan karena sudah tidak kuat kalau harus memaksakan sampai ke rest area,"
kata seorang pemudik, menggambarkan pengalaman masa lalu yang melelahkan.
Lalu, apa yang berubah? Faktor utamanya, ya, Tol Trans Jawa. Jalan tol ini seperti magnet yang menarik sebagian besar kendaraan, mengalihkan beban dari jalur lama. Volume kendaraan di Pantura pun berkurang signifikan. Di sisi lain, rekayasa lalu lintas yang dijalankan petugas di lapangan juga bekerja cukup efektif. Arus kendaraan tetap bisa bergerak, meski pelan, tidak benar-benar mandek seperti dulu.
Artikel Terkait
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman