Untuk jagung, stoknya sekitar 144 ribu ton. Penyerapan jagung lokal sepanjang 2026 ini sendiri sudah mencapai 101,96 ribu ton. Ketut juga menegaskan satu hal: Pemerintah sudah stop impor jagung pakan sejak 2025.
Komoditas lain juga tak ketinggalan. Stok minyak goreng pemerintah ada di 95 ribu kiloliter, gula konsumsi 50 ribu ton. Sementara untuk daging sapi atau kerbau tersedia 11 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 62 ton.
Sebelumnya, Andi Amran Sulaiman selaku Kepala Bapanas dan Menteri Pertanian telah menegaskan pentingnya langkah ini. Baginya, penguatan stok pangan adalah bagian dari strategi besar mencapai swasembada, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Indonesia harus mandiri, tidak bergantung pada negara lain.
“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Oleh karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain. Kita tidak boleh takut,” ajak Amran.
Menurutnya, Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Kebutuhan pangan pokok harus bisa dipenuhi dari hasil kerja petani dan peternak lokal. Itulah indikator ketahanan pangan yang sesungguhnya.
“Yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri. Kita harus optimistis,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi