Di sisi lain, pemangkasan anggaran tak hanya menyasar program MBG. Purbaya menyatakan kebijakan ini akan berlaku merata untuk seluruh kementerian dan lembaga. Mekanismenya, setiap K/L akan diberikan pagu tertentu, lalu mereka yang akan memotong anggarannya sendiri.
"Saya akan buat merata seluruh K/L. Kita akan tentukan dari sini terus dia potong sendiri," jelas Purbaya.
Latar belakang rencana efisiensi ini cukup jelas. Anggaran MBG untuk tahun 2026 melonjak sangat tajam. Data menunjukkan anggarannya membengkak jadi Rp335 triliun naik lebih dari lima kali lipat dari realisasi tahun 2025 yang 'hanya' Rp51,5 triliun.
Berdasarkan UU APBN 2026, dari jumlah fantastis itu, sebagian besarnya sekitar Rp255,5 triliun atau 76 persen dipersiapkan khusus untuk pembelian makanan. Sisanya dialokasikan untuk biaya operasional dan berbagai kebutuhan pendukung program.
Detail teknis rencana pengurangan frekuensi makan ini rencananya akan diumumkan langsung oleh Ketua BGN. Namun, sinyal dari Menkeu sudah sangat kuat: pemerintah serius mencari celah penghematan di tengah anggaran yang membengkak.
Artikel Terkait
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami