Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengungkap rencana penghematan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana ini datang dari Badan Gizi Nasional sendiri, bukan dari instruksi Kemenkeu. Intinya, mereka sedang mempertimbangkan untuk mengurangi frekuensi penyaluran makanan.
Alih-alih enam kali, program ini kemungkinan akan berjalan lima kali dalam seminggu. Menurut Purbaya, langkah ini murni inisiatif BGN setelah mengevaluasi situasi yang ada.
"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih," kata Purbaya di Jakarta Pusat, Rabu lalu.
"Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," tegasnya.
Dia meyakini, langkah ini akan memperkuat posisi keuangan negara. "Dengan itu saja, bantalan kita masih cukup," ucapnya.
Nah, potensi penghematan senilai Rp40 triliun per tahun ini ternyata di luar target efisiensi lain yang sudah digaungkan. Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi pernah menyebut angka Rp80 triliun. Jadi, penghematan akan dilakukan dari dua sisi.
Artikel Terkait
Tim Damkar Bogor Evakuasi Biawak dari Plafon Dapur Warga
Iran Tegaskan Tolak Gencatan Senjata, Tuntut Penutupan Pangkalan AS di Teluk
Kepala BAIS Letjen Yudi Abrimantyo Mundur, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Pemerintah Siapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi Usai Lebaran