"Presiden Prabowo menginginkan Pemerintah Pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik,"
ujar dia.
Langkah ini jelas bukan sekadar proyek biasa. Ia menegaskan arah kebijakan yang ingin membangun sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi. Kalau berjalan mulus, selain mengatasi masalah lingkungan, program ini juga bisa memperkuat ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan sumber daya domestik.
Dengan pendekatan hilirisasi yang terintegrasi, dampaknya diharapkan bisa lebih luas. Bukan cuma soal lingkungan yang bersih, tapi juga membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja. Intinya, mendorong kota-kota di Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih dan mandiri energinya.
Pertemuan di Hambalang itu sendiri juga dihadiri oleh sejumlah nama penting lain. Hadir antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa program ini membutuhkan kolaborasi lintas kementerian yang solid.
Artikel Terkait
Mensos Pastikan Layanan Masyarakat Tak Terganggu Meski Ada Wacana WFH ASN
Mendagri Tito Karnavian: Tak Ada Lagi Pengungsi Banjir Sumbar Tinggal di Tenda
Menaker Perintahkan Pengawas Turun Langsung Tangani Laporan THR yang Belum Dibayar
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 29 Maret 2026