"Dana itu sudah kami salurkan kepada 224 ahli waris dari total 228 korban meninggal yang tercatat," ujarnya menambahkan.
Meski ada penurunan, pola kecelakaan selama arus mudik dan balik tampaknya tak banyak berubah. Kendaraan roda dua masih mendominasi statistik kejadian.
Menurut sejumlah analisis, faktor utamanya klasik: kelelahan pengemudi dan kondisi kendaraan. Perjalanan marathon selama tiga sampai lima jam tanpa istirahat yang memadai kerap berujung malapetaka.
"Ini soal fatigue driving. Pengemudi terlalu lelah, dan ditambah kondisi kendaraan yang kurang prima," kata Awaluddin, menekankan betapa faktor kelelahan itu masih jadi perhatian serius. Banyak pengendara, tampaknya, masih memaksakan diri.
Jadi, meski angkanya turun, cerita di baliknya tetap sama. Keselamatan di jalan raya, terutama saat mudik, masih sangat bergantung pada kesiapan dan kedisiplinan pengendara sendiri.
Artikel Terkait
Mensos Pastikan Layanan Masyarakat Tak Terganggu Meski Ada Wacana WFH ASN
Mendagri Tito Karnavian: Tak Ada Lagi Pengungsi Banjir Sumbar Tinggal di Tenda
Menaker Perintahkan Pengawas Turun Langsung Tangani Laporan THR yang Belum Dibayar
Jasa Marga Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi 29 Maret 2026