"MRT yang memanfaatkan sebanyak 135.117 penumpang, atau naik 59 persen dari tahun sebelumnya. Jadi tahun lalu juga kita gratiskan, tetapi tahun ini penumpangnya lebih tinggi," kata Pramono.
LRT, lanjutnya, mengangkut 9.987 penumpang atau naik sekitar 6 persen.
Bagi Pramono yang juga mantan Sekretaris Kabinet ini, fenomena ini adalah pertanda bagus. Program "Mudik ke Jakarta" rupanya disambut hangat masyarakat. Dampak ekonominya pun nyata.
Dia menyebut perputaran uang selama bulan Ramadan sudah menyentuh angka fantastis: Rp21 triliun.
"Rekornya sudah mencapai Rp21 triliun, dan kami berharap mudah-mudahan sampai dengan 31 Maret nanti mudah-mudahan di atas Rp21 triliun," katanya penuh harap.
Jadi, selain hiruk-pikuk mudik keluar kota, Jakarta sendiri justru menjadi tujuan yang ramai. Suasana liburan terasa betul di sudut-sudut ibukota.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Sebut Analisis Ekonom Tak Berdasar
Kemensos Pangkas Anggaran Non-Prioritas, Bansos dan Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Korlantas Perluas Contraflow Jadi Dua Lajur di Tol Jakarta-Cikampek
Korlantas Cabut Kebijakan One Way di Tol Trans Jawa, Contraflow Masih Berlaku di Ruas Tertentu