Di tengah perayaan Nowruz, Presiden Iran Masoud Pezeshkian justru menyuarakan seruan yang tegas. Momentum tahun baru Persia itu ia gunakan bukan hanya untuk menyampaikan ucapan selamat, tapi juga untuk menggalang solidaritas. Pezeshkian mendesak negara-negara yang ia sebut sahabat, bersaudara, dan sesama Muslim, agar tak tinggal diam.
Menurutnya, dunia harus bersama-sama menghadapi apa yang disebutnya sebagai agresi ilegal dan tidak adil dari Amerika Serikat dan Israel. Pesannya ini disampaikan melalui saluran resmi kepada para pemimpin negara yang turut merayakan festival kuno tersebut.
"Nowruz adalah warisan budaya kita bersama," ujar Pezeshkian.
"Menghormatinya adalah tradisi kuno yang menginspirasi orang untuk memperbarui pikiran, mengatasi dendam, serta memperdalam persahabatan dan kebaikan."
Kutipan itu ia sampaikan, seperti dilaporkan PressTV pada Selasa, 24 Maret 2026. Namun begitu, di balik pesan perdamaian itu, nuansa perayaan tahun ini jelas berbeda. Suasana hangat Nowruz dibayangi oleh ketegangan militer yang mencekam.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada