Dari TKP, polisi mendapat beberapa petunjuk. Mesin mobil masih hidup, tapi AC-nya diduga tidak berfungsi optimal. Lalu, di bagasi ditemukan sebuah jeriken berisi BBM. Temuan-temuan ini mengarah pada satu dugaan kuat: keracunan karbon monoksida. Gas mematikan itu diduga terperangkap di dalam kabin.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat menghirup gas di dalam kendaraan,” tambahnya.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari kendaraan itu sendiri, ponsel, sejumlah uang tunai, hingga kartu ATM milik korban.
Menyikapi hal ini, Kasi Humas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Haryadi, memberi imbauan kepada publik.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan hindari beristirahat di dalam mobil dengan mesin menyala dalam waktu lama, karena dapat menimbulkan risiko keracunan gas berbahaya,” pesan AKP Mahruzar.
Untuk sekarang, penyelidikan masih terus berjalan. Polisi ingin memastikan apa benar-benar penyebab kematian kedua anak muda ini. Sementara itu, warga sekitar masih dibayangi kejadian mengerikan yang mengusik ketenangan dini hari itu.
Artikel Terkait
Kapolri Perintahkan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Jalur Penyeberangan Saat Arus Balik Lebaran
Harga BBM di Jakarta Tetap Stabil Pasca-Lebaran 2026
Herdman Buka Alasan Panggil Elkan Baggott Kembali ke Timnas Indonesia
Openreach Gandeng Google Cloud untuk Percepatan Jaringan Fiber dan Kurangi Emisi Armada