HARIAN, JAKARTA – Lap terakhir. Tikungan terakhir. Di sirkuit Goiania yang terik, Veda Ega Pratama dari Gunungkidul menyodok motornya ke sisi dalam, menyambar posisi ketiga dari genggaman Alvaro Carpe. Aksi nekat di detik-detik penentu itu sukses membawanya naik podium Grand Prix Moto3 Brasil 2026. Carpe? Harus puas di posisi keempat. Tentu saja, semua orang penasaran, apa kata pembalap Spanyol itu usai dilewati begitu saja?
Balapan sendiri berlangsung tak mulus. Insiden di tengah lomba memaksa panitia mengibarkan bendera merah, sehingga semua pembalap harus restart. Veda, yang awalnya start dari grid keempat, sempat terlempar ke urutan sembilan. Tapi ritmenya makin liar, makin cepat. Perlahan ia menyusul satu per satu, kembali ke papan atas.
Dan momentum puncaknya ya di lap penutup tadi. Veda melihat celah, lalu menyelip. Manuver itu bukan cuma mengamankan podium, tapi juga menorehkan sejarah: Indonesia kembali di panggung tertinggi balap dunia.
Alvaro Carpe: "Semua Berubah Usai Bendera Merah"
Di sisi lain, Alvaro Carpe dari tim Red Bull KTM Ajo terlihat kecewa, tapi tak mau larut. Ia justru memilih melihat sisi terang. Menurutnya, strategi ban yang dijalankan di bagian awal balapan sebenarnya berjalan hampir sempurna.
"Saya senang dengan hasil akhir ini setelah melalui akhir pekan yang cukup sulit," ujar Carpe usai turun dari motor.
"Di paruh pertama balapan, saya merasa sangat optimis. Manajemen ban kami berjalan sesuai rencana, dan saya rasa saya bisa meningkatkan performa lebih baik daripada pesaing lain," tambahnya.
Artikel Terkait
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas
Vance Bantah Laporan Cekcok dengan Netanyahu Soal Pemukim Tepi Barat
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 27.000
Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim Hadapi Agresi AS dan Israel di Pidato Nowruz