Di sisi lain, Danon juga menegaskan komitmen Israel untuk menghalangi Iran mengembangkan senjata nuklir atau rudal balistik. Tekadnya terasa bulat.
Ia lalu melontarkan tuduhan. Beberapa minggu lalu, kata dia, otoritas Iran menyangkal memiliki rudal jarak menengah. Namun kemudian, sebuah proyektil diduga ditembakkan sejauh 4.000 kilometer menuju Diego Garcia pulau terpencil yang jadi pangkalan militer penting AS dan Inggris.
Namun begitu, Iran membantah keras telah melakukan serangan ke lokasi di Samudra Hindia itu. Situasinya jadi simpang siur.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, pada hari Minggu lalu juga menyebut aliansinya belum bisa mengonfirmasi klaim Israel. Menurut Rutte, belum pasti apakah proyektil yang digunakan benar-benar rudal balistik antarbenua buatan Iran. Semuanya masih dalam ranah klaim dan sanggahan.
Artikel Terkait
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas
Vance Bantah Laporan Cekcok dengan Netanyahu Soal Pemukim Tepi Barat
Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 27.000
Presiden Iran Serukan Solidaritas Muslim Hadapi Agresi AS dan Israel di Pidato Nowruz